toleransi yang dibolehkan dalam islam

Pengertian dan Bentuk Toleransi yang Dibolehkan Dalam Islam

Diposting pada
Pengertian dan bentuk toleransi yang dibolehkan dalam islam. Artikel ini membahas ✓ toleransi menurut agama islam ✓ bentuk toleransi ✓ kesimpulan dari hadits
Bagikan artikel ini

Jika digambarkan secara umum, toleransi merupakan sikap saling menerima dan menghargai segala perbedaan yang terjadi setiap hari. Apalagi kita sebagai manusia sekaligus makluk sosial memang harus saling menghormati. Tidak ada manusia sempurna dan semua kekurangan memang harus disadari tetap ada. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai toleransi yang dibolehkan dalam islam baik dari pengertian dan bentuk perwujutannya.

Toleransi Menurut Ajaran Agama Islam

Sejauh ini toleransi sangat memberikan peran penting dalam kehidupan manusia. Dengan adanya sikap toleransi maka kedamaian akan selalu terjaga dengan baik. Apalagi bagi sebuah negara yang memiliki suku, agama, ras dan warna kulit yang berbeda, sikap ini dibutuhkan untuk menghindari perselisihan. Jika toleransi selalu dijalankan dengan baik, maka antar sesama warga masyarakat akan tumbuh sikap saling menjaga dan menhormati.

Dalam pandangan agama Islam, toleransi disebut tasamuh. Dalam maknanya, tasamuh atau sering juga disebut tasahul bisa diartikan kemudahan. Jadi bisa disimpulkan jika toleransi dalam agama Islam bisa adalah sikap saling menjaga dalam semua kebaikan, dimana setiap umat manusia diberikan kebebasan dalam menjalankan ajaran agama tanpa tekanan dan memaksa pemeluk islam untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

Sikap toleransi yang dibolehkan dalam islam sudah tertuang dalam penjelasan lengkapnya di QS Al-Balad ayat 17 dan QS Al-Furqan ayat 63. Dalam dua ayat tersebut, pertama terkandung makna jika setiap pemeluk agama Islam harus selalu yakin dan bertanggung jawab atas semua perbuatannya. Kedua bebas dalam menjalankan dan memilik keyakinan tanpa paksaan, Ketiga berbuat baik dan adil ke sesame manusia, dan Keempat menghormati dan menghargau keyakinan masing-masing.

Setiap masyarakat sama sekali tidak diperbolehkan mengusik ataupun membuat kegaduhan dalam perbuatannya. Penekanan ini akan menghindarkan setiap pemeluk agama islam tidak saling mendekriminasi ketika ada perbedaan dalam memberikan pendapat serta perbuatan ketika menjalankan ajaran agama Islam. Sehingga toleransi ini memberikan keterbukaan kepada semua umat islam dalam melaksanakan ibadah sesuai ajaran yang diyakininya.

Untuk lebih mendalami makna toleransi dalam ajaran agama Islam, tentu saja kamu harus bisa mengetahui sikap apa saja yang harus tertuang dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa bentuk toleransi yang diperbolehkan menurut pandangan agama Islam.

toleransi yang dibolehkan dalam islam

Bentuk Toleransi yang Dibolehkan Dalam Islam

Agama islam selalu menanamkan sikap toleransi ke semua pemeluknya dengan menganjurkan sikap ini dalam sejumlah perbuatan sehari-hari. Sikap toleransi yang dibolehkan dalam islam antara lain:

Menghormati Prinsip Agama

Islam mendidik umatnya untuk selalu berbuat baik dan saling menghormati antar pemeluk agama lain. Sikap toleransi ini mencakup semua perbuatan yang ada kaitannya dengan prinsip agama yang dianut seseorang. Dengan memiliki sikap menghormati inilah maka umat manusia akan terhindar dari perpecahan. Baik agama islam dan penganut agama lain, lahir dengan prinsipnya sendiri dan wajib dihormati.

QS Al Kafirun menjelaskan “untukmu agamamu, dan untukku agamaku” dalam makna ini dijelaskan jika setiap pemeluk agama memang dianjurkan untuk saling menghormati dan tidak diperbolehkan membandingkan kelebihan agamanya dihadapan pemeluk agama lain.

Berbuat Adil Kesesama Manusia

Dalam ajaran islam disebutkan jika setiap orang harus selalu menjaga keadilan antar sesama, baik sesama pemeluk agama Islam dan pemeluk agama lain ketika bergaul. Allah SWT sangat mencintai hambanya yang selalu berbuat adil dalam setiap membuat keputusan. Jika ada sikap mendiskriminasi dan memojokkan suatu kaum maka Allah akan menurunkan azab ke kamum itu.

Makna toleransi tentang keadilan ini tertuang dalam QS Al Mumtahanah ayat 8-9. Didalamnya sudah dijelaskan, selama umat lain tidak memerangi ataupun menggangu umat islam, maka penganut agama Islam wajib berlaku adil dan membalasnya dengan kebaikan.

Toleransi Peradilan dan Perdagangan

Agama islam mengajarkan sikap toleransi dalam kegiatan jual beli atau perdagangan. Tujuannya adalah mengatur setiap pemeluk agama Islam untuk tetap menjaga prisip dagang dalam ajaran islam. Sehingga antara penjual dan pembeli tidak akan menimbulkan kerugian. Dagang dalam Islam merupakan salah satu bentuk ibadah dan harus selalu dijalankan secara benar.

Hal ini tertuang dalam QS Hud ayat 85, dimana didalamnya dijelaskan jika dalam berdagang jumlah takaran yang dijual harus sesuai dengan ukurannya, sikap ini akan menjaga pembeli merasa dirugikan karena penjual mengurangi kadar takaran barang yang dijualnya.

Toleransi dalam Utang Piutang

Surat Al Baqarah ayat 280 menjelaskan tentang bentuk toleransi yang dibolehkan dalam islam seperti berikut dibawah ini:

وَاِنْ كَانَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ اِلٰى مَيْسَرَةٍ ۗ وَاَنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Wa in kaana zuu 'usratin fanaziratun ilaa maisarah; wa an tasaddaquu khairul lakum in kuntum ta'lamuun

Artinya: “Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Dalam surat tersebut dikatakan jika Islam selalu memberikan kelonggaran untuk urusan utang piutang. Dengan memiliki sikap lapang dalam memberikan utang maka seseorang akan diberikan keutamaan jika tidak memaksanya membayar.

Dengan adanya sikap toleransi dalam urusan utang piutang, setiap pemeluk agama Islam akan diberikan kelapangan dalam mencari rezeki. Apalagi setiap orang yang menjadi utang pasti memiliki kesulitan saat membayarnya.

Toleransi Saat ada Kesalahan

Setiap manusia tidak lepas dari kesalahan yang diperbuatnya. Islam memberikan sikap toleransi kepada para pemeluk agama ketika mereka tidak sengaja berbuat kesalahan. Hal tersebut tertuang dalam surat Al-Maidah ayat 54.

Setiap kaum Mukmin haruskah lebih tenang, tidak mudah marah dan lembut ketika memutuskan sebuah hal dengan sesama pemeluk agama Islam. Sehingga dari dasar ini bisa disimpulkan jika toleransi akan memberikan saran terbaik ketika memutuskan sebuah masalah.

Kesimpulan

Itulah beberapa sikap toleransi yang dibolehkan dalam islam. Semua penjelasan diatas juga didasari dengan sejumlah hadist berikut ini.

“Agama yang paling dicintai Allah adalah agama yang lurus dan toleran.” (HR al-Bukhari).

“Demi (Allah) yang nyawaku di tangan – Nya, tidaklah beriman seorang hamba sehingga dia mencintai tetangganya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Muslim dan Abu Ya’la: 2967)

Demikian bahasan yang dapat tim martabattujuh.com sampaikan mengenai pengertian dan bentuk toleransi yang dibolehkan dalam islam. Kurang lebihnya mohon maaf dan ditunggu ya artikel berikutnya.