Bacaan Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah yang Shahih

Membaca dzikir pagi dan petang adalah sebuah amalan yang bisa dikerjakan oleh umat muslim untuk mendapatkan banyak keutamaan dari dzikir tersebut. Namun kita juga harus tahu bacaan dzikir pagi dan petang sesuai sunnah yang shahih karena ada beberapa yang dianggap dhaif oleh ulama.

Dzikir pagi dan petang sesuai sunnah yang shahih

Bacaan dzikir pagi dibaca saat pagi diutamakan untuk diamalkan agar membuat kita lebih bersemangat dalam menjalani aktivitas. Sementara dzikir petang dibaca untuk memohon ampun atas dosa yang dilakukan selama satu hari dan memohon pahala dan berkah atas apa yang dilakukan hari itu.

Bacaan Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah yang Shahih yang Dibaca Pagi

Dzikir pagi dan petang sesuai sunnah yang shahih

Ada berbagai dzikir yang sebenarnya bisa dibaca saat pagi dan petang. Namun, ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa dzikir pagi dan petang sesuai sunnah yang shahih adalah sebagai berikut. Dzikir tersebut ketika dibaca akan memberikan banyak keutamaan dan manfaat.

Bacaan dzikir pagi dan petang sesuai sunnah yang shahih diawali dengan membaca taawudz dengan lafadz a’udzubillahi minas syaitoonirrojim (aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk). Kemudian dilanjutkan dengan bacaan dzikir sesuai urutan berikut ini.

Dzikir yang Dibaca Pagi dan Sore Hari

Urutan pertama dzikir pagi dan petang sesuai sunnah yang shahih adalah membaca ayat kursi. Ayat yang diambil dari QS Al-Baqarah: 255 ini dibaca sebanyak 1x setiap pagi dan sore hari.

Membaca Ayat Kursi

Selepas membaca dzikir pagi dan sore hari. Langkah selanjutnya dilanjutkan dengan membaca ayat kursi cukup 1x saja.

Baca juga:  Ayat Alquran Tentang Silaturahmi yang Wajib Diketahui

Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas

Setelah membaca ayat kursi, dzikir pagi dan petang sesuai sunnah yang shahih dilanjutkan dengan membaca 3 surat paling akhir di dalam Al-Qur’an. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas ini dibaca baik pada dzikir pagi maupun dzikir petang sebanyak masing-masing 3x.

Membaca Dzikir berikut di pagi hari

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Artinya:

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di alam kubur.”

Dilanjutkan membaca dzikir berikut sebanyak 1x

Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).”

Dzikir ini memiliki keutamaan sebagai bentuk syukur atas rahmat yang Allah berikan dikala pagi dan sore. Keutamaan lain adalah sebagai bentuk berpasrah kepada Allah atas hidup dan mati.

Baca juga:  4 Pengertian Alquran Menurut Bahasa dan Istilah

Membaca Sayyidul Isitighfar

Bacaan dzikir pagi dan petang sesuai sunnah yang shahih selanjutnya adalah sayyidu istighfar. Sayyidul istighfar ini memiliki keutamaan jika dibaca dengan penuh keyakinan di siang hari atau malam hari, maka saat meninggal akan menjadi penghuni surga.

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

Artinya:“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa Surga untukku).

Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Bacaan Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah yang Shahih yang Dibaca Petang

Bacaan dzikir pagi dan petang sesuai sunnah yang shahih yang dibaca saat petang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan dzikir yang dibaca saat pagi. Urutannya sama dengan dzikir yang dibaca saat petang. Bedanya, urutan ke-3 membaca dzikir berikut:

Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a’udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Artinya: “Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.”

Dzikir berikutnya memiliki keutamaan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas rahmatNya-lah kita bisa memasuki waktu pagi dan petang. Dzikir ini juga menjadi permohonan agar kita senantiasi diberi pertolongan oleh Allah.

Baca juga:  3 Amalan yang Tidak Terputus Setelah Meninggal Dunia

Allahumma bisa amsaynaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.

Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepadaMu tempat kembali (bagi semua makhluk hidup).

Setelah membaca dzikir tersebut, baik saat pagi maupun petang kemudian dilanjutkan dengan membaca dzikir berikut ini. Keutamaannya adalah apabila dibaca sebanyak 3x saat pagi dan 3x saat petang maka akan menghindarkan dari bahaya yang bisa memudharatkannya. Berikut bacaan dzikir pagi dan petang sesuai sunnah yang shahih tersebut.

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim

Artinya: “Dengan nama Allah Yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Itu tadi adalah sebagian kecil dari bacaan dzikir pagi dan petang sesuai sunnah yang shahih yang bisa menjadi amalan rutin saat pagi dan petang. Amalan ini bersifat baik karena bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah Sang Maha Pencipta pagi dan petang.

Check Also

Kisah nyata sukses dengan sholawat

Inspirasi Kisah Nyata Sukses Dengan Sholawat

Kisah nyata sukses dengan sholawat – Kita tentu sering sekali mendengar sholawat Nabi dibacakan dalam …