Ayat Alquran tentang Shodaqoh dan Manfaatnya

Ayat Alquran tentang shodaqoh – Shodaqoh adalah kata serapan dari bahasa Arab yang artinya seseorang yang mengeluarkan benda atau jasa agar memberi manfaat pada orang lain. Perbuatan ini termasuk ke dalam perbuatan yang sangat disukai oleh Allah SWT, sehingga umat Islam disarankan untuk senantiasa melakukannya. Inilah beberapa ayat Alquran tentang shodaqoh yang bisa diketahui.

6 Ayat Alquran tentang Shodaqoh

Ayat Alquran tentang shodaqoh

Al-Baqarah ayat 270 – 271

Ayat Alquran tentang shodaqohyang satu ini menyatakan bahwa apa dan berapapun infak yang Anda berikan, sedikit ataupun banyak, hal itu pasti akan membawa diri menjadi lebih dekat dengan Allah. Jika Anda memang menciptakan nazar dan berjanji untuk melaksanakan kewajiban infak, maka pastikan untuk selalu mematuhi hal tersebut.

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (270) إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (271)

Wa maaa anfaqtum min nafaqatin aw nazartum min nazrin fa innal laaha ya'lamuh; wa maa lizzaalimiina min ansaar (270) In tubdus sadaqooti fani'immaa hiya wa in tukhfuuhaa wa tu'tuuhal fuqaraaa'a fahuwa khayrul lakum; wa yukaffiru 'ankum min saiyi aatikum; wallaahu bimaa ta'maluuna Khabiir (271)

Apa saja yang kalian nafkahkan atau apa saja yang kalian nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim, tidak ada seorang pelindung pun baginya. Jika kalian menampakkan shodaqoh (kalian), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kalian. Dan Allah akan menghapuskan dari kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian; dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan. (QS. Al Baqarah: 270-271).

At-Taubah ayat 79

Dalam ayat Alquran tentang shodaqohini, Allah telah menjelaskan mengenai sifat buruk orang munafik, bahkan mereka terkadang akan selalu mencela umat Islam yang memberikan shodaqoh secara sukarela. Karena itulah, sebagai umat Islam alangkah lebih baik jika kita selalu bershodaqoh agar tidak termasuk ke dalam golongan orang yang memiliki sifat munafik.

Baca juga:  6 Cara Membaca Alquran dengan Lancar dan Benar

اَلَّذِيۡنَ يَلۡمِزُوۡنَ الۡمُطَّوِّعِيۡنَ مِنَ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ فِى الصَّدَقٰتِ وَالَّذِيۡنَ لَا يَجِدُوۡنَ اِلَّا جُهۡدَهُمۡ فَيَسۡخَرُوۡنَ مِنۡهُمۡؕ سَخِرَ اللّٰهُ مِنۡهُمۡ وَلَهُمۡ عَذَابٌ اَلِيۡمٌ

Allaziina yalmizuunal mut tawwi'iina minalmu'miniina fis sadaqooti wallaziina laa yajiduuna illaa juhdahum fayaskharuuna minhum sakhiral laahu minhum wa lahum azaabun aliim.

(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi shodaqoh dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk dishodaqoh­kan) selain sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih. (QS. At taubah ayat 79).

An-Nisa ayat 36

Ayat Alquran tentang shodaqoh yang selanjutnya menjelaskan mengenai perintah untuk selalu berbuat baik kepada seluruh orang yang ada di sekitar bahkan meskipun tetangga itu termasuk orang non-muslim. Hal tersebut karena Allah tidak bersedia memberikan kasih sayang dan rahmat-Nya kepada orang yang pelit dan selalu membanggakan dirinya di hadapan orang lain.

وَاعۡبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشۡرِكُوۡا بِهٖ شَيۡــًٔـا‌ ؕ وَّبِالۡوَالِدَيۡنِ اِحۡسَانًا وَّبِذِى الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَ الۡمَسٰكِيۡنِ وَالۡجَـارِ ذِى الۡقُرۡبٰى وَالۡجَـارِ الۡجُـنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالۡجَـنۡۢبِ وَابۡنِ السَّبِيۡلِ ۙ وَمَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُكُمۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنۡ كَانَ مُخۡتَالًا فَخُوۡرَا

Wa'budul laaha wa laa tushrikuu bihii shai'anw wa bilwaalidaini ihsaananw wa bizil qurbaa walyataamaa walmasaakiini waljaari zilqurbaa waljaaril junubi wassaahibi biljambi wabnis sabiili wa maa malakat aimaanukum; innal laaha laa yuhibbu man kaana mukhtaa.

Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. (QS. An nisa ayat 36)

Al-Baqarah ayat 267

Allah memang selalu memerintah hamba-hamba-Nya agar selalu berinfak. Infak yang dimaksud di dalam ayat alquran tentang shodaqohini adalah menyedekahkan sebagian harta yang dimiliki. Allah melarang umat muslim untuk menyedekahkan harta yang buruk dan kualitasnya rendah, karena sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Maha Baik.

Baca juga:  Niat Puasa Senin Kamis dan Membayar Hutang Puasa Ramadhan

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَنۡفِقُوۡا مِنۡ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبۡتُمۡ وَمِمَّاۤ اَخۡرَجۡنَا لَـكُمۡ مِّنَ الۡاَرۡضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الۡخَبِيۡثَ مِنۡهُ تُنۡفِقُوۡنَ وَلَسۡتُمۡ بِاٰخِذِيۡهِ اِلَّاۤ اَنۡ تُغۡمِضُوۡا فِيۡهِ‌ؕ وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ حَمِيۡدٌ

Yaaa 'ayyuhal laziina aamanuuu anfiquu min taiyibaati maa kasabtum wa mimmaaa akhrajuaa lakum minal ardi wa laa tayammamul khabiisa minhu tunfiquuna wa lastum bi aakhiziihi illaaa an tughmiduu fiih; wa'lamuuu annal laaha Ghaniyyun Hamiid.

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kalian yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kalian. Dan janganlah kalian memilih yang buruk-buruk, lalu kalian nafkahkan darinya, padahal kalian sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.  (QS. Al Baqarah: 267).

Al-Baqarah ayat 177

Ayat dari surat Al-Baqarah ini membahas bahwa kebajikan tidak hanya sholat saja, namun juga memberi harta kepada orang lain. Terlebih, jika orang tersebut memang termasuk ke dalam golongan yang memiliki kekurangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

لَيۡسَ الۡبِرَّ اَنۡ تُوَلُّوۡا وُجُوۡهَكُمۡ قِبَلَ الۡمَشۡرِقِ وَ الۡمَغۡرِبِ وَلٰـكِنَّ الۡبِرَّ مَنۡ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَالۡمَلٰٓٮِٕکَةِ وَالۡكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ‌ۚ وَاٰتَى الۡمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنَ وَابۡنَ السَّبِيۡلِۙ وَالسَّآٮِٕلِيۡنَ وَفِى الرِّقَابِ‌ۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّکٰوةَ ‌ ۚ وَالۡمُوۡفُوۡنَ بِعَهۡدِهِمۡ اِذَا عٰهَدُوۡا ۚ وَالصّٰبِرِيۡنَ فِى الۡبَاۡسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِيۡنَ الۡبَاۡسِؕ اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ صَدَقُوۡا ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُتَّقُوۡنَ

Laisal-birra an tuwalluu wujuuhakum qibalal-masyriqi wal-magribi wa laakinnal-birra man aamana billaahi wal-yaumil-aakhiri wal-malaa`ikati wal-kitaabi wan-nabiyyiin, wa aatal-maala 'alaa ḥubbihii żawil-qurbaa wal-yataamaa wal-masaakiina wabnas-sabiili was-saa`iliina wa fir-riqaab, wa aqaamaṣ-ṣalaata wa aataz-zakaah, wal-muufuuna bi'ahdihim iżaa 'aahaduu, waṣ-ṣaabiriina fil-ba`saa`i waḍ-ḍarraa`i wa ḥiinal-ba`s, ulaa`ikallażiina ṣadaquu, wa ulaa`ika humul-muttaquun.

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah kebajikan orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji; dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Baqarah: 177).

An-Nisa ayat 114

Ayat Alquran tentang shodaqohyang terakhir yaitu An-Nisa ayat 114. Ayat ini menyatakan bahwa pahala yang diraih jika melaksanakan shodaqoh sangat besar dan melimpah.

Baca juga:  Penjelasan Maulid Nabi Muhammad Secara Lengkap

لَا خَيۡرَ فِىۡ كَثِيۡرٍ مِّنۡ نَّجۡوٰٮهُمۡ اِلَّا مَنۡ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوۡ مَعۡرُوۡفٍ اَوۡ اِصۡلَاحٍۢ بَيۡنَ النَّاسِ‌ ؕ وَمَن يَّفۡعَلۡ ذٰ لِكَ ابۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ اللّٰهِ فَسَوۡفَ نُـؤۡتِيۡهِ اَجۡرًا عَظِيۡمًا

laa khaira fii kasiirim min najwaahum illaa man amara bisadaqatin aw ma'ruufin aw islaahim bainan naas; wa mai yaf'al zaalikab tighaaa'a mardaatil laahi fa sawfa nu'tiihi ajran 'aziimaa.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi shodaqoh, atau berbuat makruf. atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An Nisa: 114).

Manfaat Melaksanakan Kegiatan Shodaqoh

Shodaqoh memang sangat direkomendasikan terlebih jika Anda memiliki harta yang berlebih. Ada berbagai manfaat yang bisa diperoleh ketika melakukan shodaqoh, seperti di bawah ini.

  • Membuka pintu rezeki
  • Pelindung di hari kiamat
  • Dijauhkan dari panasnya api neraka
  • Terhindar dari musibah dan bencana
  • Tidak gampang terpengaruh oleh penyakit hati
  • Senantiasa didoakan oleh malaikat
  • Pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah
  • Pintu surga terbuka lebar

Demikianlah daftar ayat Alquran tentang shodaqoh yang dapat Anda baca. Shodaqoh bukanlah kegiatan yang berat dan membebani, karena itu pastikan untuk selalu melakukannya agar orang yang ada di sekitar kita bisa hidup dengan lebih baik dan tidak berada di dalam kekurangan.

Check Also

3 amalan yang tidak terputus setelah meninggal dunia

3 Amalan yang Tidak Terputus Setelah Meninggal Dunia

3 amalan yang tidak terputus setelah meninggal dunia – Ketika seseorang muslim telah meninggal maka …