ayat alquran tentang puasa

Ayat Alquran Tentang Puasa beserta Hadits dan Keutamaan

Diposting pada
ayat alquran tentang puasa menjadi dasar dari aktivitas tahunan. Artikel ini membahas ✓ ayat Al-Qur'an tentang puasa ramadhan ✓ hadits shahih ✓ keutamaan puasa
Bagikan artikel ini

Salah satu rukun Islam yang harus dijalankan oleh umat Islam adalah melakukan puasa. Puasa wajib yang dilakukan adalah puasa Ramadhan, yang dilakukan satu tahun sekali selama satu bulan penuh. Terdapat ayat Alquran tentang puasa yang menjadi dasar dari aktivitas tahunan tersebut.

Berikut ini merupakan ayat yang digunakan sebagai dasar dari melakukan ibadah puasa, yang wajib dilakukan oleh semua umat Islam yang mampu. Dengan mengetahui ayat tersebut, Anda tidak perlu lagi melakukan ibadah puasa sesuai dengan syariat Islam.

ayat alquran tentang puasa

Ayat Alquran Tentang Puasa Lengkap

Disini penulis martabattujuh.com akan memapaskan ayat Alquran tentang puasa ramadhan lengkap dengan lafadz arab, latin dan artinya. Simak ulasannya berdasarkan ayat Al-Qur’an dibawah ini.

Al-Baqarah 183

Ayat pertama yang menjelaskan mengenai wajibnya puasa Ramadhan adalah Al-Baqarah ayat ke-183. Di dalam ayat tersebut, semua orang yang beriman diwajibkan untuk melakukan puasa, sehingga menjadi orang yang bertakwa kepada Allah.

Gambar QS. Al-Baqarah ayat 183

Ibadah puasa telah disyariatkan oleh Allah sebelum Islam datang, sehingga harus diperhatikan dengan benar. Adanya ayat Alquran tentang puasa tersebut menjadi tanda dan penekanan bahwa kewajiban tersebut harus dilakukan. Berikut adalah kutipan surat tersebut, yakni:

Surat Al-Baqarah ayat 183 arab:

يٰٓـاَيُّهَاالَّذِيۡنَاٰمَنُوۡاكُتِبَعَلَيۡکُمُالصِّيَامُکَمَاكُتِبَعَلَىالَّذِيۡنَمِنۡقَبۡلِکُمۡلَعَلَّكُمۡتَتَّقُوۡنَۙ

Surat Al-Baqarah ayat 183 latin:

Yaa ayyuhal laziina aamanuu kutiba 'alaikumus Siyaamu kamaa kutiba 'alal laziina min qablikum la'allakum tattaquun.

Arti surat Al-Baqarah ayat 183:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Al-Baqarah ayat 184

Selain al-Baqarah ke-183, ayat selanjutnya, yakni 184 juga menerangkan tentang puasa dan kewajiban tersebut. Walaupun penjelasan yang diberikan merupakan penjelasan tersirat.

Di dalam ayat tersebut dijelaskan mengenai aturan dalam melakukan puasa, misalnya siapa yang diperbolehkan untuk tidak melaksanakan puasa Ramadhan. Sehingga ayat Alquran tentang puasa ini menjadi penjelas untuk ayat sebelumnya.

Gambar QS. Al-Baqarah ayat 184

Berikut ini merupakan potongan ayat dari surat tersebut, yang digunakan oleh ulama untuk menjelaskan ketentuan puasa secara rinci.

Surat Al-Baqarah ayat 184 arab:

اَيَّامًامَّعۡدُوۡدٰتٍؕفَمَنۡكَانَمِنۡكُمۡمَّرِيۡضًااَوۡعَلٰىسَفَرٍفَعِدَّةٌمِّنۡاَيَّامٍاُخَرَ‌ؕوَعَلَىالَّذِيۡنَيُطِيۡقُوۡنَهٗفِدۡيَةٌطَعَامُمِسۡكِيۡنٍؕفَمَنۡتَطَوَّعَخَيۡرًافَهُوَخَيۡرٌلَّهٗ.وَاَنۡتَصُوۡمُوۡاخَيۡرٌلَّـکُمۡاِنۡكُنۡتُمۡتَعۡلَمُوۡنَ

Surat Al-Baqarah ayat 184 latin:

Ayyaamam ma'duudaat; faman kaana minkum mariidan aw'alaa safarin fa'iddatum min ayyaamin ukhar; wa 'alal laziina yutiiquunahuu fidyatun ta'aamu miskiinin faman tatawwa'a khairan fahuwa khairulo lahuu wa an tasuumuu khairul lakum in kuntum ta'lamuun.

Arti surat Al-Baqarah ayat 183:

“(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Al-Baqarah 185

Selain kedua ayat Alquran tentang puasa yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat ayat lain di surat yang sama juga memiliki informasi dan anjuran untuk melakukan puasa. Anjuran tersebut terdapat di ayat 185, yang menjelaskan tentang keutamaan bulan Ramadhan.

Surat Al-Baqarah ayat 185 arab:

شَهۡرُ رَمَضَانَ الَّذِىۡٓ اُنۡزِلَ فِيۡهِ الۡقُرۡاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الۡهُدٰى وَالۡفُرۡقَانِۚ فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَـصُمۡهُ ؕ وَمَنۡ کَانَ مَرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ وَلِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ وَلَعَلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ

Surat Al-Baqarah ayat 185 latin:

Shahru Ramadaanallaziii unzila fiihil Qur'aanu hudal linnaasi wa baiyinaatim minal hudaa wal furqoon; faman shahida minkumush shahra falyasumhu wa man kaana mariidan aw 'alaa safarin fa'iddatum min ayyaamin ukhar; yuriidul laahu bikumul yusra wa laa yurii.

Arti surat Al-Baqarah ayat 185:

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

Al-Baqarah Ayat 187

Sedangkan untuk 187 dijelaskan mengenai berbagai aktivitas yang dianjurkan dilakukan selama bulan Ramadhan berlangsung. Sehingga bulan tersebut tidak berlalu dengan sia-sia belaka. Aktivitas yang dianjurkan ketika Ramadhan diantaranya I’tikaf, menahan hawa nafsu, dan belajar Al-Qur’an. Berikut ayat Alquran tentang puasa ramadhan yang terakhir.

Surat Al-Baqarah ayat 187 arab:

اُحِلَّ لَـکُمۡ لَيۡلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَآٮِٕكُمۡ‌ؕ هُنَّ لِبَاسٌ لَّـكُمۡ وَاَنۡـتُمۡ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ؕ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّکُمۡ كُنۡتُمۡ تَخۡتَانُوۡنَ اَنۡفُسَکُمۡ فَتَابَ عَلَيۡكُمۡ وَعَفَا عَنۡكُمۡۚ فَالۡـــٰٔنَ بَاشِرُوۡهُنَّ وَابۡتَغُوۡا مَا کَتَبَ اللّٰهُ لَـكُمۡ وَكُلُوۡا وَاشۡرَبُوۡا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَـكُمُ الۡخَـيۡطُ الۡاَبۡيَضُ مِنَ الۡخَـيۡطِ الۡاَسۡوَدِ مِنَ الۡفَجۡرِ‌ؕ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيۡلِ‌ۚ وَلَا تُبَاشِرُوۡهُنَّ وَاَنۡـتُمۡ عٰكِفُوۡنَ فِى الۡمَسٰجِدِؕ تِلۡكَ حُدُوۡدُ اللّٰهِ فَلَا تَقۡرَبُوۡهَا ؕ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُوۡنَ

Surat Al-Baqarah ayat 187 latin:

Shahru Ramadaanallaziii unzila fiihil Qur'aanu hudal linnaasi wa baiyinaatim minal hudaa wal furqoon; faman shahida minkumush shahra falyasumhu wa man kaana mariidan aw 'alaa safarin fa'iddatum min ayyaamin ukhar; yuriidul laahu bikumul yusra wa laa yurii.

Arti surat Al-Baqarah ayat 187:

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

Hadits Tentang Puasa Ramadhan

Selain ayat Alquran tentang puasa, terdapat juga beberapa hadits yang menjelaskan anjuran mengenai puasa di bulan Ramadhan. Hadits tersebut merupakan hadits shahih, sebab diriwayatkan oleh perawi yang terkenal, sehingga tidak perlu diragukan kualitas haditsnya.

Dengan adanya ayat Al-Qur’an tentang puasa ramadhan dan hadits yang mendukungnya, maka anjuran melakukan puasa di bulan ramadhan menjadi wajib dan tidak dapat ditinggalkan. Setidaknya terdapat dua hadits yang menjelaskan mengenai puasa Ramadhan, yakni:

Hadits Dari H.R Ahmad

Perawi Ahmad menjelaskan bahwa puasa di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang besar, sebab banyak pahala menanti bagi siapapun yang melaksanakannya dengan ikhlas. Berikut ini merupakan hadits mengenai puasa riwayat Ahmad yang banyak dijadikan acuan.

“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta syetan-syetan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan).”

H.R Riwayat Muslim

Hadits yang kedua diriwayatkan oleh Muslim, salah satu perawi hadits shahih selain Bukhari yang memiliki banyak koleksi hadits yang memiliki sanad terpercaya. Untuk puasa Ramadhan, berikut adalah hadits yang menerangkannya, dari riwayat Muslim:

“Sholat lima waktu, antara sholat Jum’at ke Sholat Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan penghapus dosa diantara keduanya, jika dijauhi dosa-dosa besar,”.

Berbeda dengan ayat Alquran tentang puasa, hadits yang diriwayatkan oleh Muslim lebih menerangkan mengenai keutamaan melakukan puasa bagi umat Islam. Walaupun begitu, secara tersirat, hadits tersebut menerangkan bahwa melakukan puasa memberikan manfaat yang besar, jadi sebaiknya dilakukan.

Keutamaan Melakukan Puasa Ramadhan

Ada berbagai keutamaan yang menjelaskan tentang banyaknya manfaat dan pahala yang akan didapatkan umat muslim ketika melaksanakan ibadah puasa. Jika Anda melakukan ibadah puasa Ramadhan, berikut adalah keutamaan yang akan didapatkan, diantaranya:

Dijauhkan dari Api Neraka

Nabi dalam haditsnya menjelaskan bahwa mereka yang melakukan puasa, akan menjauhkan dirinya dari api neraka. Puasa yang dilakukan hanya satu hari, namun ia bisa menjauhkan dirinya dari neraka sepanjang 70 tahun.

Keutamaan puasa semacam ini tidak dijelaskan di ayat Alquran tentang puasa, jadi Anda hanya bisa menemukannya lewat hadits. Untuk hadits yang satu ini diriwayatkan oleh Bukhori, jadi shohih dan terpercaya.

Tidak Melakukan Perbuatan Haram

Selanjutnya, jika umat muslim melakukan puasa, maka ia memiliki tameng untuk tidak melakukan berbagai dosa dan perbuatan haram. Hal tersebut terdapat dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhasi, Muslim, dan Ibnu Majah.

Di dalam hadits tersebut disebutkan, bahwa pemuda Islam yang sudah cukup mampu secara material untuk menikah dan berhubungan badan, maka sebaiknya mereka melakukannya. Namun jika belum, sebaiknya pemuda tersebut berpuasa untuk menghindari perbuatan yang diharamkan.

Dari hadits tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa berpuasa melindungi di umat muslim dari perilaku yang dibenci oleh Allah. Sama seperti keutamaan sebelumnya, manfaat puasa ini tidak disiratkan dalam ayat Alquran tentang puasa.

Masuk Surga Ar-Rayyan

Untuk mereka yang melaksanakan puasa dengan baik, maka pintu surga ar-Rayyan akan terbuka untuk mereka. Pintu surga tersebut akan langsung dimasuki selepas hari kiamat.

Surga ini hanya dikhususkan untuk mereka yang melakukan puasa dengan ikhlas, tanpa pamrih apapun. Hanya orang yang berpuasa yang bisa masuk lewat pintu tersebut, namun jika mereka sudah masuk, maka tidak ada seorangpun yang akan tertinggal dan bisa memasukinya.

Penutup

Itulah ayat Alquran tentang puasa, berikut dengan hadits dan keutamaan melakukan salah satu rukun Islam tersebut. Anda yang masih sehat jasmani atau rohani, sebaiknya melakukan puasa Ramadhan sebagaimana umat muslim yang baik, agar terhindar dari siksa api neraka. Penulis berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk pembacanya.