Ayat Alquran tentang Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Ayat Alquran tentang kelahiran nabi Muhammad SAW – Kelahiran Nabi Muhammad menjadi salah satu momen paling penting diantara umat Islam seluruh dunia. Hari tersebut menjadi bukti lahirnya cahaya yang akan membawa umat manusia ke dalam hidup yang lebih teratur. Hingga kini, masyarakat modern masih tetap memperingati hari kelahiran nabi ini. Berikut adalah ayat Alquran tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW dan hukum memperingatinya.

Ayat Alquran yang Membahas Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Ayat Alquran tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW
Ayat Alquran tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW

Seperti yang sudah kita ketahui, ayat Alquran tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW seluruhnya tercantum di dalam surat Al-Fil. Surat ini membahas mengenai peristiwa yang terjadi ketika nabi dilahirkan, yakni perang Badhar yang sangat bersejarah karena ada sekumpulan tentara bergajah. Berikut ini adalah penjelasannya satu per satu.

Al-Fil ayat 1

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِ

Alam taro kaifa fa'ala robbuka bi-ashhaabil fiil.

Artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?

Ayat Alquran tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW ini pernah dijelaskan oleh seorang syeikh yang bernama Wahbah Az Zuhaili. Beliau menjelaskan bahwa ayat ini merupakan kalimat tanya yang tujuannya untuk menciptakan rasa heran dan menetapkan suatu hal. Meskipun ayat ini merupakan pertanyaan kepada Nabi, namun juga ditujukan kepada seluruh orang yang selamat dari serangan pasukan Abrahah karena sudah ditolong oleh Allah SWT.

Al-Fil ayat 2

أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى تَضْلِيلٍ

Alam yaj'al kaidahum fii tadlliil.

Artinya: Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?

Kata kaid yang ada di ayat Alquran tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW memiliki arti yakni tipu daya atau upaya tersembunyi agar bisa mencapai sesuatu. Upaya tersebut selalu memiliki sifat yang negatif dan sesuai dengan upaya Abrahah yang berusaha untuk membuat umat manusia berpaling dari Ka’bah.

Baca juga:  7 Keutamaan dan Dalil Alquran Tentang Menuntut Ilmu

Namun, beberapa mufassir juga menjelaskan bahwa masih ada lagi motif lain yang dimiliki oleh Abrahah. Dia berkeinginan untuk menguasai jalur Makkah dan dia memiliki kebencian yang cukup tinggi kepada masyarakat Arab sehingga dia berjuang untuk meruntuhkan Ka’bah.

Al-Fil ayat 3

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ

Wa arsala ‘alaihin thoiron abaabiil.

Artinya: dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,

Ayat Alquran tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW ini memiliki kata thoiron, yang jika diartikan secara literal menjadi terbang. Sehingga, para penafsir Alquran pun menafsirkan kata tersebut sebagai burung yang sedang datang berbondong-bodong yang menyerang Abrahah dan seluruh pasukannya.

Jumlah burung tersebut sangat banyak dan mereka membentuk kawanan burung walet yang begitu gagah. Pasukan Abrahah pun menjadi sangat takjub dengan hal tersebut.

Al-Fil ayat 4

تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ

Tarmiihim bihijaarotim min sijjiil.

Artinya: yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar.

Ayat Alquran tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW yang selanjutnya ini menjelaskan mengenai bagaimana burung yang diturunkan oleh Allah itu datang berbondong-bondong membawa batu panas. Masing-masing burung membawa tiga butir batu lalu menjatuhkan seluruh batu tersebut ke pasukan Abrahah. Ada yang terkena badannya ataupun kepalanya, sehingga mereka langsung lari berbondong-bondong.

Al-Fil ayat 5

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍۭ

Faja’alahum ka’ashfim ma’kuul.

Artinya: lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Ayat ini menjadi penegas bahwa siapapun yang terkena batu tersebut pasti akan binasa layaknya daun yang dimakan pelan-pelan oleh ulat. Abrahah yang selamat dari peristiwa tersebut tidak langsung mati, namun luka yang dia derita sangat parah hingga akhirnya dia pun menemui ajalnya dalam kondisi yang hina.

Baca juga:  Hukum Menyakiti Hati Wanita dalam Islam yang Harus Diketahui

Hukum Memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Hukum memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW
Hukum memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW

Termasuk Kegiatan yang Diperbolehkan

Banyak yang masih memperdebatkan apakah memperingati kelahiran Rasulullah SAW merupakan kegiatan yang boleh atau tidak. Sebenarnya, kegiatan yang satu ini tidak membawa kerugian ataupun dosa apapun sebab kita hanya berusaha untuk mendoakan Rasul setiap tahunnya, seperti ketika merayakan hari ulang tahun sosok yang kita cintai. Hal tersebut bahkan sudah tertuang ke dalam ayat Alquran yakni di surat Yunus.

قُلۡ بِفَضۡلِ اللّٰهِ وَبِرَحۡمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلۡيَـفۡرَحُوۡا ؕ هُوَ خَيۡرٌ مِّمَّا يَجۡمَعُوۡنَ

Qul bifadlil laahi wa birahmatihii fabizaalika falyaf rahuu huwa khairum mimmaa yajma'uun
.

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)

Memperingati Maulid Berarti Memperingati Kelahiran Rahmat Seluruh Alam

Dengan memperingati kelahiran Nabi, kita juga mengingat kembali mengenai misi dan jasa Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari. Beliau adalah rahmat yang membawa kita keluar dari jurang kegelapan, sehingga membuat beliau bahagia di hari kelahirannya bukanlah termasuk sesuatu yang haram.

وَمَاۤ اَرۡسَلۡنٰكَ اِلَّا رَحۡمَةً لِّـلۡعٰلَمِيۡنَ

Wa maaa arsalnaaka illaa rahmatal lil'aalamiin.

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)

Menjadi Bentuk Cinta Kepada Nabi Muhammad

Hari kelahiran Nabi Muhammad adalah hari yang penuh dengan suka cita, ada begitu banyak perayaan yang bisa dilakukan agar bisa semakin meriah. Hal ini termasuk bukti cinta yang bisa kita tunjukkan kepada Nabi Muhammad yang saat ini sedang berada di surga firdaus dan dengan begitu maka kemungkinan besar kita pun bisa mendapatkan pertolongan dari beliau ketika hari kiamat nanti. Hal itu sesuai dengan kutipan ayat yang berasal dari surat Al-Imrah ini.

Baca juga:  Inilah Niat Sholat Malam Sebelum Tidur yang Benar

قُلۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ تُحِبُّوۡنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوۡنِىۡ يُحۡبِبۡكُمُ اللّٰهُ وَيَغۡفِرۡ لَـكُمۡ ذُنُوۡبَكُمۡؕ‌ وَاللّٰهُ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ

Qul in kuntum tuhibbuunal laaha fattabi' uunii yuhbibkumul laahu wa yaghfir lakum zunuubakum; wallaahu Ghafuurur Rahiim.

Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Al-Imran: 31)

Begitulah beberapa ayat Alquran tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW yang begitu dimuliakan oleh Allah. Sebagai umat Islam sejati, alangkah lebih baik jika kita turut serta membuat hari kelahiran Nabi Muhammad menjadi momen yang selalu hidup dan tidak pernah sepi dari pujian beserta doa-doa merdu yang selalu dipanjatkan bersama.

Check Also

3 amalan yang tidak terputus setelah meninggal dunia

3 Amalan yang Tidak Terputus Setelah Meninggal Dunia

3 amalan yang tidak terputus setelah meninggal dunia – Ketika seseorang muslim telah meninggal maka …