7 Penggalan Ayat Alquran tentang Kejujuran

Ayat Alquran tentang kejujuran – Kejujuran termasuk ke dalam kategori perilaku yang begitu mulia dan Allah memang sangat menyukai hamba-Nya yang senantiasa berperilaku jujur. Bahkan, Rasulullah senantiasa menekankan bahwa menjadi orang yang jujur akan membawa begitu banyak dampak positif kepada diri sendiri. Inilah beberapa ayat Alquran tentang kejujuranyang bisa Anda pahami.

7 Ayat Alquran tentang Kejujuran

Ayat Alquran tentang kejujuran

Al-Ahzab ayat 35

Ayat Alquran tentang kejujuranyang pertama berasal dari surat Al-Ahzab ayat 35. Ayat yang satu ini membahas bahwa seluruh muslim, baik itu perempuan dan laki harus selalu berusaha untuk berbuat baik dan tidak boleh berbohong. Dengan melakukan hal tersebut, maka Allah pasti akan selalu membukakan pintu maaf kepada mereka semua.

اِنَّ الۡمُسۡلِمِيۡنَ وَالۡمُسۡلِمٰتِ وَالۡمُؤۡمِنِيۡنَ وَالۡمُؤۡمِنٰتِ وَالۡقٰنِتِيۡنَ وَالۡقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيۡنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيۡنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالۡخٰشِعِيۡنَ وَالۡخٰشِعٰتِ وَالۡمُتَصَدِّقِيۡنَ وَ الۡمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّآٮِٕمِيۡنَ وَالصّٰٓٮِٕمٰتِ وَالۡحٰـفِظِيۡنَ فُرُوۡجَهُمۡ وَالۡحٰـفِظٰتِ وَالذّٰكِرِيۡنَ اللّٰهَ كَثِيۡرًا وَّ الذّٰكِرٰتِ ۙ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمۡ مَّغۡفِرَةً وَّاَجۡرًا عَظِيۡمًا

Innal muslimiina wal muslimaati wal mu'miniina wal mu'minaati walqoonitiina walqoonitaati wassaadiqiina wassaadiqooti wassaabiriina wassaabiraati walkhaashi'iina walkhaashi'aati walmutasaddiqiina walmutasaddiqooti wassaaa'imiina wassaaa'imaati walhaafizii.

Terjemahan dari ayat tersebut adalah:

Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah,

laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Q.S Al-Ahzab: 35)

Al-Baqarah ayat 177

Selanjutnya, ayat Alquran tentang kejujuranini tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 177 yang menekankan mengenai kebajikan orang beriman kepada Allah yang begitu sempurna. Tidak hanya untuk Allah saja, namun mereka yang melakukan kebajikan bisa dibilang termasuk ke dalam golongan orang yang bertakwa sebab mereka selalu berbuat jujur dan benar.

Baca juga:  Inilah Niat Sholat Malam Sebelum Tidur yang Benar

لَيۡسَ الۡبِرَّ اَنۡ تُوَلُّوۡا وُجُوۡهَكُمۡ قِبَلَ الۡمَشۡرِقِ وَ الۡمَغۡرِبِ وَلٰـكِنَّ الۡبِرَّ مَنۡ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَالۡمَلٰٓٮِٕکَةِ وَالۡكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ‌ۚ وَاٰتَى الۡمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنَ وَابۡنَ السَّبِيۡلِۙ وَالسَّآٮِٕلِيۡنَ وَفِى الرِّقَابِ‌ۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّکٰوةَ ‌ ۚ وَالۡمُوۡفُوۡنَ بِعَهۡدِهِمۡ اِذَا عٰهَدُوۡا ۚ وَالصّٰبِرِيۡنَ فِى الۡبَاۡسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِيۡنَ الۡبَاۡسِؕ اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ صَدَقُوۡا ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُتَّقُوۡنَ

Laisal birra an tuwalluu wujuuhakum qibalal mashriqi walmaghribi wa laakinnal birra man aamana billaahi wal yawmil aakhiri wal malaaa 'ikati wal kitaabi wan nabiyyiina wa aatalmaala 'alaa hubbihii zawilqurbaa walyataa maa walmasaakiina wabnas sabiili wass.

Terjemahan dari ayat tersebut adalah:

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang berada dalam perjalanan (musafir), peminta-minta,

dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang menegakkan shalat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang bersabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (jujur), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.  (Q.S Al-Baqarah: 177)

Yusuf ayat 51

Surat Yusuf yang ada di bawah ini juga termasuk ke dalam ayat Alquran tentang kejujuranyang patut dipahami dengan mendalam. Penggalan ayat ini diambil dari sejarah Nabi Yusuf yang begitu tampan dan sering digoda oleh istri Al-Aziz karena wajahnya yang begitu indah. Namun, ternyata dia adalah sosok yang sangat jujur dan termasuk ke dalam orang yang tidak berbohong pada orang lain.

قَالَ مَا خَطۡبُكُنَّ اِذۡ رَاوَدْتُّنَّ يُوۡسُفَ عَنۡ نَّـفۡسِهٖ‌ؕ قُلۡنَ حَاشَ لِلّٰهِ مَا عَلِمۡنَا عَلَيۡهِ مِنۡ سُوۡۤءٍ‌ ؕ قَالَتِ امۡرَاَتُ الۡعَزِيۡزِ الۡــٰٔنَ حَصۡحَصَ الۡحَقُّ اَنَا رَاوَدْتُّهٗ عَنۡ نَّـفۡسِهٖ وَاِنَّهٗ لَمِنَ الصّٰدِقِيۡنَ‏

Qoola maa khatbukunna iz raawattunna Yuusufa 'annafsih; qulna haasha lillaahi maa 'alimnaa 'alaihi min suuu'; qoolatim ra atul 'Aziizil 'aana hashasal haqq, ana raawat tuhuu 'an nafsihii wa innahuu laminas saadiqiin.

Terjemahan dari ayat tersebut adalah:

Baca juga:  Nama Panjang Bayi Perempuan Menurut Al Quran

Dia (raja) berkata (kepada perempuan-perempuan itu), “Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya?” Mereka berkata, “Mahasempurna Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan pun darinya.” Istri Al-Aziz berkata, “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya, dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar.” (Q.S Yusuf: 51)

Al-Hadid ayat 19

Ayat Alquran tentang kejujuranyang satu ini menjadi petunjuk mengenai kebenaran Allah dan para rasul. Sebab, ayat ini menjelaskan bahwa rasul adalah mereka yang mencintai kebenaran menjadi saksi Allah. Karena itulah, jika kita ingin mendapatkan cahaya dan petunjuk Allah maka kita harus senantiasa berperilaku jujur.

وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖۤ اُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الصِّدِّيۡقُوۡنَۖ وَالشُّهَدَآءُ عِنۡدَ رَبِّهِمۡؕ لَهُمۡ اَجۡرُهُمۡ وَنُوۡرُهُمۡ‌ؕ وَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا وَكَذَّبُوۡا بِاٰيٰتِنَاۤ اُولٰٓٮِٕكَ اَصۡحٰبُ الۡجَحِيۡمِ

Wallaziina aamanuu billaahi wa Rusulihiii ulaaa'ika humus siddiiquuna wash shuhadaaa'u 'inda Rabbihim lahum ajruhum wa nuuruhum wallaziina kafaruu wa kazzabuu bi aayaatinaaa ulaaaika As haabul jahiim.

Arti dari ayat diatas adalah:

Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mereka itu orang-orang yang tulus hati (pencinta kebenaran) dan saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Mereka berhak mendapat pahala dan cahaya. Tetapi orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni-penghuni neraka. (Q.S Al-Hadid: 19)

Al-Ahzab ayat 23 – 24

Lagi-lagi, ayat Alquran tentang kejujuranini datang dari penggalan surat Al-Ahzab. Surat ini membahas mengenai orang mukmin yang senantiasa menepati janji yang mereka miliki dan Allah akan senantiasa membalas mereka yang berperilaku jujur. Hal ini menjadi suatu bukti bahwa Allah memang lebih menyukai orang mukmin yang mendahulukan kebenaran dan kejujuran.

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلا (23) لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِنْ شَاءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا (24)

Minal mu'miniina rijaalun sadaquu maa 'aahadul laaha 'alaihi faminhum man qadaa nahbahuu wa minhum mai yantaziru wa maa baddaluu tabdiilaa (23) Li yajziyal aahus saadiqiina bisidqihim wa yu'azzibal munaafiqiina in shaaa'a aw yatuuba 'alaihim; innal laaha kaana Ghafuurar Rahiimaa (24)

Terjemahan ayat diatas adalah:

Baca juga:  5 Ayat Alquran tentang Pasangan Hidup dan Jodoh

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya), (23)

agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (24) (Q.S Al-Ahzab: 23-24)

Al-Maidah ayat 119

Ayat yang terakhir berasal dari surat Al-Maidah ayat 119 yang membahas mengenai kelebihan muslim yang selalu jujur dalam kehidupannya sehari-hari. Orang yang jujur akan mendapatkan balasan yang sangat luar biasa, mulai dari diberi tempat di surga yang istimewa dan mendapatkan kemenangan abadi sebagai imbalan karena berbuat jujur selama ada di dunia yang fana.

قَالَ اللّٰهُ هٰذَا يَوۡمُ يَـنۡفَعُ الصّٰدِقِيۡنَ صِدۡقُهُمۡ‌ؕ لَهُمۡ جَنّٰتٌ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَاۤ اَبَدًا‌ ؕ رَضِىَ اللّٰهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوۡا عَنۡهُ‌ ؕ ذٰ لِكَ الۡـفَوۡزُ الۡعَظِيۡمُ

Qoolal laahu haaza yawmu yanfa'us saadiqiina sidquhum; lahum janaatunn tajrii min tahtihal anhaaru khaalidiina fiihaaa abadaa; radiyal laahu 'anhum wa raduu 'anh; zaalikal fawzul 'aziim.

Arti dari ayat tersebut adalah:

Allah berfirman, “Inilah saat orang yang jujur memperoleh manfaat dari kejujurannya. Mereka memperoleh surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.” (Q.S Al-Maidah: 119)

Itulah beberapa ayat Alquran tentang kejujuranyang bisa Anda perhatikan dan dihapalkan. Semoga ayat yang ada di atas mampu menjadi motivasi bagi kita semua untuk senantiasa menjaga sikap jujur dalam setiap perilaku dan perkataan yang ingin kita tampilkan dalam kehidupan sehari-hari agar memperoleh ridha dan karunia Allah yang tidak bisa ternilai lagi keistimewaannya.

Check Also

3 amalan yang tidak terputus setelah meninggal dunia

3 Amalan yang Tidak Terputus Setelah Meninggal Dunia

3 amalan yang tidak terputus setelah meninggal dunia – Ketika seseorang muslim telah meninggal maka …