Hadits tentang tafakur

Keutamaan dan Hadits Tentang Tafakur Sebagai Hamba Allah

Diposting pada
Keutamaan dan hadits tentang tafakur sebagai hamba Allah. Artikel ini akan membahas mengenai ✓ hadits ✓ arti ✓ keutamaan ✓ manfaat ✓ keuntungan ✓ kesimpulan
Bagikan artikel ini

Keutamaan dan hadits tentang tafakur sebagai hamba Allah. Disebutkan dalam sebuah hadits tentang tafakur, jika perbuatan ini dijalankan maka pahalanya akan lebih baik dari mengerjakan ibadah selama setahun. Tafakur merupakan salah satu kunci insan manusia dalam mendapatkan cahaya, berkah dan kedekatan dengan Allah SWT. Keutamaan dan hadits yang berkaitan dengan tafakur akan kita bahas dalam penjelasan kali ini.

Hadits tentang tafakur
Hadits tentang tafakur

Apa itu Tafakur?

Tafakkuruu fii khalqiLlahi wa laa tafakkaruu fiiLlahi” didalam sabda Rasulullah SAW tersebut memiliki arti: berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah, dan janganlah kamu berpikir tentang Dzat Allah. Maksudnya adalah manusia adalah salah satu makluk ciptaan Allah SWT yang diberi karunia dengan akal dan pikiran. Inilah yang membedakan manusia dengan makluk lain, sehingga manusia memang harus berusaha baik dalam pola pikirnya.

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas tersebut, seharusnya manusia yang diberikan kemampuan harus bisa mewujudkan kebaikan dalam segi manfaat dan kemajuan zaman. Namun dalam catatan sejarah, juga banyak manusia yang mengalami kebinasaan dan kesesatan karena salah dalam berfikir.

Keutamaan Melakukan Tafakur

Ibnu ‘Abbas memberikan nasehatnya ke suatu kaum, “Janganlah kamu memikirkan tentang Allah SWT.” Maka kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda, “Berpikirlah tentang penciptaan Allah, tetapi jangan kamu berpikir tentang Allah, karena kamu tidak akan mampu mengukur-Nya,” dari potongan hadits tentang tafakur ini dapat dijabarkan keutamaannya yaitu antara lain:

  1. Allah akan selalu memuji seseorang yang berdzikir dan bertafakur di berbagai kondisinya, seperti tertuang di Surat Ali Imran (190-191). Seseorang akan memiliki kesempurnaan jika memiliki akal yang selalu digunakan dalam berfikir. Dan kesempurnaan ini akan mendekatkan kesucian, dimana kesucian akan hadir melalui doa dan dzikir.
  2. Tafakur jika di jalankan secara benar akan menjadi amalan terbaik melebihi ibadahnya orang biasa. Hal ini dibuktikan dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hiban berbunyi : “Berpikir sesaat lebih utama daripada ibadah setahun.” Alasannya karena dari pikiran manusia yang selalu memberikan manfaat akan menghasilkan kebaikan melebihi ibadah lainnya.
  3. Tafakur akan membawa sebuah kaum menuju kemuliaan di dunia dan di akherat. Hadits tentang tafakur yang riwayatkan oleh Ka’ab bin Malik berbunyi: “Barangsiapa menghendaki kemuliaan akhirat, maka hendaknyalah ia memperbanyak tafakur.” Kemudian di tegaskan oleh Ima Syafi’i, “Milikilah kepandaian berbicara dengan banyak berdiam, dan milikilah kepandaian dalam mengambil keputusan dengan berpikir.”
  4. Segala bentuk kebaikan berawal dari tafakur. Dalam hadits tentang tafakur yang diriwatkan oleh Ibnul Qayyim, “Berpikir akan membuahkan pengetahuan, pengetahuan akan melahirkan perubahan keadaan yang terjadi pada hati, perubahan keadaan hati akan melahirkan kehendak, kehendak akan melahirkan amal perbuatan.” Dengan Tafakur maka  seseorang akan selalu berbuat baik dan kemuliaan akan tertuang dalam semua perbuatannya.
Hadits tentang tafakur
Hadits tentang tafakur

Manfaat Menjalankan Tafakur

وَعَنْ أَبي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبيَّ ﷺ يَقُولُ: إنَّ الْعَبْد لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمةِ مَا يَتَبيَّنُ فيهَا يَزِلُّ بهَا إِلَى النَّارِ أبْعَدَ مِمَّا بيْنَ المشْرِقِ والمغْرِبِ. متفقٌ عليهِ. )أخرجه البخاري (6477)، مسلم (2988)

Hadits tentang tafakur yang disampaikan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang di Shahihkan oleh Bukhari nomer 6477, Shahih Muslim nomer 2988, sesuai sabda Nabi Muhammad SAW: “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan suatu kata yang tidak dipikir (apakah ia baik atau buruk), sehingga dengan satu kata itu, ia terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat.”

Dari hadist diatas dapat diperoleh berbagai macam pelajaran antara lain:

  • Hadits tersebut menunjukkan betapa bahayanya dalam mengungkapkan lisan. Bahkan ahli ibadah akan kehilangan pahala-pahala yang sudah didapatkanya dengan hanya kesalahan satu kata saja ketika berlisan dihadapan orang lain.
  • Anjuran yang diperuntukkan oleh setiap orang agar selalu berfikir ulang sebelum mengeluarkan kata-kata. Jika bisa semua topic pembicaraan harus selalu mengandung manfaat besar.
  • Nikmat dalam berbicara menjadi sebuah nikmat terbesar lain dibandingkan dengan nikmat iman dan Islam.
  • Lebih baik diam bermanfaat dibandingkan berbicara namun menyakiti. Makanya ada ungkapan menyebutkan jika diam itu emas.

Semua hal yang berkaitan dengan perbuatan saat berlisan, tertuang di QS. Al Isra’(17) ayat 36 berbunyi:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا (الإسراء:٣٦)

"Wa laa taqfu maa laisa laka bihii 'ilm(un). innassam 'a walbasara walfu aada kullu ulaaa ika kaana 'anhu mas uulaa(n)"

Artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”.

Kemudian diperjelas oleh Hadits dari HR. Tirmidzi yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـﷺ :‏ “‏ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لاَ يَرَى بِهَا بَأْسًا فَيَهْوِي بِهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ سَبْعِينَ خَرِيفًا ‏”‏ ‏

Artinya:“Bisa jadi seseorang mengatakan satu kalimat yang dimurkai Allah, suatu kalimat yang menurutnya tidak apa-apa. Akan tetapi, dengan sebab kalimat itu dia jatuh ke neraka selama tujuh puluh tahun”.

Hadits tentang tafakur
Hadits tentang tafakur

Keuntungan Menjalankan Tafakur

Sesuai dengan hadits tentang tafakur yang sudah dijabarkan diatas, perbuatan tafakur memiliki hasil atau keuntungan bagi seorang hamba muslim didalam kehidupannya. Beberapa keuntungannya antara lain:

  • Sebagai muslim akan semakin memahami tujuan penciptaan semua makluk yang ada di dunia, sehingga akan mempertebal rasa syukur dan keimanan.
  • Anda dapat terhindar dari penderitaan neraka karena Anda dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama dan meninggalkan perbuatan maksiat dan dosa, terutama perbuatan yang membayakan lain seperti syirik.
  • Kita bisa memperhatikan hak kita untuk menjadi baik, jadi kita tidak hanya mencoba untuk mengingatkan orang lain dan melupakan diri kita sendiri.
  • Kita bisa membedakan mana yang bermanfaat sehingga kita ingin mencapainya, mana yang berbahaya, dan berusaha menghindarinya.
  • Kita dapat memahami bahwa masa depan (akhirat) lebih penting, dan dunia hanyalah sarana untuk membangun kebahagiaan kesana.
  • Kita dapat memegang teguh keyakinan tentang hal-hal tertentu dan menghindari keterlibatan dalam membentuk opini.
  • Kita bisa menghindari diri kita sendiri dari kehancuran yang sudah didapatkan oleh semua orang sebelum kita.

Dapat di simpulkan jika tafakur merupakan salah satu ibadah yang berfungsi untuk melepaskan ikatan dan bebas melakukan apapun dalam satu ikatan saja, asalkan tafakur selalu berjalan sesuai perintah Allah. Segala bentuk kegiatan tafakur juga akan menghindari seseorang dari sifat kemaksiatan dan selalu berusaha meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT.

Berhasil atau tidaknya seorang muslim dalam menjalankan tafakur akan dipengaruhi sejumlah faktor. Faktor tersebut antaranya: kondisi emosi dan rasional, faktor lingkungan, kebiasaan menjalankan hidup, kedalaman pola pikir dan ilmu, pengetahuan dan pergaulannya setiap hari.

من علامات موت القلب عدم الحزن على ما فاتك من الموافقات وترك الندم على ما فعلته من وجود الزلات  

Artinya, “Salah satu tanda kematian batin adalah ketiadaan rasa sedih pada dirimu atas perbuatan taat yang luput dan ketiadaan rasa sesal atas kesalahan yang kaulakukan.”

Penutup

Tim martabattujuh.com berharap dengan semua penjelasan dan hadits tentang tafakur yang sudah tertuang dalam pembahasan diatas akan memberikan manfaat dan bisa mempertebal keimanan Anda kedepannya. Hanya Allahlah yang akan selalu memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita semua.