Hadits tentang Idul Adha

Pengertian, Makna dan Hadits Tentang Idul Adha

Diposting pada
Pengertian, makna dan hadits tentang Idul Adha. Artikel ini membahas mengenai ✓ penjelasan Hari Raya Idul Adha ✓ makna yang didapat ✓ hadits Idul Adha
Bagikan artikel ini

Pengertian, makna dan hadits tentang Idul Adha. 10 Dzulhijjah dalam peringatan hari Islam dikenal dengan hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Haji. Dimana bagi umat islam yang sedang melaksanakan ibadah haji, itulah saatnya mereka menjalankan wukuf di Arafah sebagai puncak haji yang paling utama. Lalu apa saja yang terjadi selama hari raya Idul Adha? Dalam kesempatan ini akan dibahas secara lengkap mengenai pengertian, makna dan beberapa hadits tentang Idul Adha.

Hadits tentang Idul Adha
Hadits tentang Idul Adha | Sumber: Freepik

Pengertian Idul Adha

Idul Adha lebih dikenal sebagai hari dalam puncak ibadah Haji di Mekkah. Dimana dalam perayaan ini dijadikan bukti jika Nabi Ibrahim AS begitu taat dengan perintah Allah. Saat itu Nabi Ibrahim deiberikan perintah untuk menyembeli anaknya Ismail.

Nabi Ismail mendapatkan perintah melalui mimpi dari Allah melalui firman yang tertuang dalam QS As Saffat ayat 102 berbunyi:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Falamma bala gha ma 'ahussa'ya qoola yaa bunayya inniii araa fil manaami anniii azbahuka fanzur maazaa taraa, qoola yaaa abatif 'al maa tu'maru satajiduniii insyaaa allaahu minas saabiriin(a).

Artinya: Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Namun karena Nabi Ibrahim sangat iklas dalam menjalankan perintah Allah, kemudian Allah SWT menggantikan anaknya dengan seekor domba. Hal ini tertuang dalam QS As Saffat ayat 107 berbunyi:

وَفَدَيۡنٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيۡمٍ

Wa fadainaahu bizibhin 'aziim(i).

Artinya: “Dan Kami kemudian tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

Sesuai dengan Al Quran dan hadits tentang Idul Adha, menjelaskan jika atas perintah dan ujian yang diberikan oleh Allah SWT ke Nabi Ibrahim, maka setiap Idul Adha dilaksanakan penyembelian hewan. Idul Adha juga dikatakan sebagai hari berkurban atau menyembelih hewan kurban bagi yang mampu. Kemudian daging kurban dibagikan kepada tetangga, keluarga dan para fakir miskin.

Pelaksanaan sholat Idul Adha yakni pada tanggal 10 Dzulhijjah. Syarat dan rukun pelaksanaan sholat Idul Adha memang tidak berbeda jauh dengan Sholat Idul Fitri. Sama sekali tidak ada adzan, iqomah dan takbir dalam niat sholat. Namun pelaksanaan sholat Idul Adha memang lebih awal sedkit jika dibandingkan dengan sholat Idul Fitri.

Sholat Idul Adha baru akan di mulai jika ketinggian matahari sudah mencapai ombak sampai matahari bergerak dan berada di titik arah barat. Alasannya adalah untuk memberikan waktu yang sedikit longgar bagi yang akan melaksanakan kurban atau penyembelihan hewan. Dan idealnya penyembelian dilaksanakan pada siang hari supaya orang-orang miskin bisa menyaksikannya.

Hadits tentang Idul Adha
Hadits tentang Idul Adha | Sumber: Dnaindia

Makna Hari Raya Idul Adha

قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

qoola waman kafara fa umatti 'uhuu qaliilan tsumma ad tarruhuuu ilaa 'azaabinnaari wabi' salmasiir(u).

Artinya: “Dan kepada orang kafirpun, aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka. Dan itulah seburuk buruk tempat kembali.”

Dalam firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah ayat 126 diatas, menegaskan jika kesabaran dan ketabahan yang dijalankan Nabi Ibrahim AS memberikannya banyak anugerah. Sehingga bagi siapapun yang berani menjalanka apapun sesuai perintah Allah SWT pasti akan mendapatkan balasan yang jauh lebih indah dari apapunyang ada di dunia.

Beberapa hadits tentang Idul Adha juga menjelaskan jika ibadah ini memberikan banyak makna bagi kaum muslimin jika menjalankannya dengan iklas. Beberapa makna yang bisa diambil dalam sisi pandangan Islam antara lain:

Ketakwaan

Taqwa dapat diartikan sebagai ketaatan hamba kepada penciptanya yang tidak lain adalah Allah SWT. Selalu menjalankan apa yang diperintahkan dan selalu menjauhi apa saja yang sudah menjadi larangannya. Sehingga dunia harus dijadikan sebagai ladang untuk mencari pahala sedangkan apapun akan didapatkannya jika sudah ada di akhreat kelak.

Kesiapsediaannya Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah membuat dirinya tidak terjerumus dari kesesatan dunia. Dengan kuasa Allah kemudian Ismail digantikan dengan domba ketika disembelih. Inilah kenapa agama Islam selalu mencerminkan saling menghargai nyawa dalam kehidupan dan selalu menjadikan peradapan manusia pada peradaban tertinggi didunia ini.

Hubungan Antar Manusia

Ibadah yang dijalankan manusia harus sesuai dengan perintah Allah. Konteks utamanya adalah hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan makluk lainnya. Itulah mengapa manusia harus memiliki rasa solidaritas tinggi dengan sesama manusia lain dalam semua hal.

Sesuai dengan ibadah yang dikemukakan para ahli agama, menjelaskan jika Idul Adha sangat erat dengan berkurban. Maka dari itu manusia memang harus mampu bersedia berkurban demi orang lain dalam segi kebahagaian di dunia.

Meningkatkan Kualitas Diri

Hikmah ketiga yang bisa didapatkan dalam Idul Adha adalah peningkatan kualitas diri seseorang dalam segi ibadahnya. Dengan begitu manusia akan lebih bisa mengendalikan diri, megelola kehidupannya dan empati kepada orang lain.

Dengan berkurban maka kualitas diri manusia akan lebih peka kepada lingkungannya. Sehingga akan memudahkan mereka menjalin hubungan baik sesame makluk lain disekitarnya. Sehingga dalam pandangan Islam, hakikat manusia selalu sama dihadapan siapapun.

Hadits tentang Idul Adha
Hadits tentang Idul Adha | Sumber: Bizasialive

Hadits Tentang Idul Adha

Melalui ibadah kurban yang dilaksanakan pada hari Idul Adha, maka manusia akan semakin lebih sempurna dalam segala aspek kehidupannya. Dan hadits tentang Idul Adha yang bisa menjadi pedoman hidup umat Islam antara lain:

Abu Hurairah dalam riwayatnya menjelaskan jika Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا.

Artinya : “Barang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami.”

Mikhnaf bin Sulaim Al-Ghamidi RA juga meriwayatkan sebuah hadits tentang Idul Adha yang berbunyi:

 ( كُنَّا وُقُوفًا مَعَ النَّبِىِّ  صلى الله عليه وسلم بِعَرَفَاتٍ، فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: ((يَا أَيُّهَا النَّاسُ! عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِى كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّةٌ وَعَتِيرَةٌ. هَلْ تَدْرِى مَا الْعَتِيرَةُ؟ هِىَ الَّتِى تُسَمَّى الرَّجَبِيَّةُ.))

Artinya : “Kami berwuquf di ‘Arafah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saya mendengar beliau berkata, ‘Wahai manusia! Setiap satu keluarga di setiap tahun harus menyembelih dan juga Al-‘Atiirah. Apakah kamu tahu apa itu Al-‘Atiirah? Dia adalah yang dinamakan Ar-Rajabiyah.”

HR Muslim meneruskan sabda Rosullullah SAW berkata, “Jangan kamu menyembelih untuk qurban melainkan yang telah berganti gigi kecuali jika sukar didapat, maka boleh berumur satu tahun (yang masuk kedua tahun) dari kambing/domba”

Hadits Hasan, melalui riwayat dari Al Tirmidzi dan Ibnu Majah, meneruskan sabda Rosulullah berbunyi,

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Artinya : “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.”

Demikianlah pengertian, makna dan hadits tentang Idul Adha yang bisa kamu pelajari. Dengan memahaminya, maka kamu akan menjadi muslim yang semakin beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Semoga bermanfaat!